image : instagram.com/thepotomoto/

Sebelum menikah, kamu pasti sudah sibuk mempersiapkan berbagai dokumen untuk keperluan hari-H pernikahan maupun untuk keperluan lain. Pengurusan dokumen tersebut tidak berhenti di sana. Setelah menikah, ada beberapa dokumen juga yang perlu kamu perbaharui. Berikut dokumen-dokumen tersebut dan bagaimana cara mengurusnya.

 

Kartu Tanda Penduduk

Saat kamu sudah menikah, tentunya ada perubahan status dari single menjadi taken. Hal yang sama juga berlaku di KTP, di mana kamu harus mengubah status belum kawin menjadi kawin. Di Indonesia, sudah ada peraturan yang menyebutkan bahwa e-KTP yang diterbitkan pada 2011 telah berlaku seumur hidup. Proses mengubah status di e-KTP ini dengan bentuk KTP sebelumnya. Oleh karena itu, simak hal-hal berikut yang perlu kamu persiapkan untuk mengubah status di e-KTP-mu.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan:

  1. Fotokopi surat nikah.
  2. Fotokopi kartu keluarga lama.
  3. Fotokopi suami dan istri (pasangan yang ingin mengubah status di KTP).
  4. Surat keterangan pindah jika ingin mengubah alamat di KTP.
  5. Pas foto 3×4 suami dan istri (Latar biru untuk yang lahir di tahun ganjil dan latar merah untuk yang lahir di tahun genap).

 

Hal-hal yang harus dilakukan:

  1. Mintalah surat keterangan perubahan KTP (serta surat pindah alamat jika diperlukan) dari RT/RW setempat.
  2. Antarlah surat keterangan perubahan KTP tersebut ke tingkat kelurahan dan minta surat pengantar untuk ke kecamatan.
  3. Antarlah surat dari kecamatan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
  4. Jika kamu pindah alamat, bawalah surat keterangan pindah dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil asal ke RT/RW, kelurahan, kecamatan dan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tujuan.

 

Kartu Keluarga

Setelah menikah, tentu saja kamu juga harus berpindah KK dan membuat KK baru. Hal ini dikarenakan kamu sudah punya keluarga sendiri dan suatu saat nama anak-anakmu akan dicantumkan di sana. Berikut hal-hal yang kamu butuhkan untuk berpindah dan membuat KK baru:

  1. Surat pengantar dari RT/RW
  2. Fotokopi surat nikah
  3. Fotokopi KK lama masing-masing suami dan istri
  4. Fotokopi KTP masing-masing suami dan istri
  5. Pas foto 4×6
  6. Surat keterangan
  7. Surat keterangan pindah datang (bagi yang ingin pindah)

 

Hal-hal yang harus dilakukan:

  1. Mintalah surat pengantar untuk membuat KK baru ke RT/RW
  2. Isilah formulir pembuatan KK baru. Sebelumnya kamu harus keluar dari KK lama terlebih dahulu. Jadi, nanti ada dua formulir yang perlu diisi, yaitu formulir KK keluarga (KK lama) dan formulir KK keluar barumu.
  3. Bawalah kelengkapan dokumen ke kelurahan, lalu tunggu hingga Surat Keterangan Ambil Dokumen diberikan.
  4. Proses pembuatan KK baru selesai sampai di kelurahan.

 

Nomor Pokok Wajib Pajak

Sebagai sebuah keluarga baru, kamu dan suami/istrimu juga harus menggabungkan beberapa dokumen, termasuk Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). NPWP suami dan istri yang digabungkan akan membuat jumlah pajak yang kalian bayar menjadi lebih murah. Hal ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.010/2015 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak.

 

Hal-hal yang dibutuhkan untuk menggabungkan NPWP suami dan istri (menghapus NPWP istri):

  1. Fotokopi surat nikah.
  2. Surat pernyataan bahwa kalian tidak membuat perjanjian pemisahan harta dan penghasilan.

 

Cara melakukannya, sang istri cukup datang ke Kantor Pelayanan Pajak, lalu mengajukan penghapusan NPWP dan menyerahkan dokumen-dokumen yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

Selain di KTP, status kamu di kartu BPJS juga perlu diperbaharui setelah menikah. Kartu BPJS ini akan sangat diperlukan saat persalinanmu nanti. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu kamu lengkapi untuk mengubah statusmu di kartu BPJS:

  1. Fotokopi surat nikah
  2. Pas foto 3×4 terbaru (suami dan istri)

 

Cara melakukannya, kamu cukup datang ke kantor BPJS dan menyerahkan dokumen yang telah dipersiapkan sebelumnya.

 

Written by wemary

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *