Maminang atau ‘meminang’ dalam adat Minangkabau, dan karena masih menganut sistem matrilineal biasanya pihak perempuan yang datang dan melamar pihak laki-laki.

 

Maminang juga dikenal dengan istilah Batuka tando (bertukar ikatan). Batuka tando itu sendiri merupakan proses dimana keluarga pihak mempelai perempuan dan pihak laki-laki saling bertukar barang sebagai tanda kesepakatan acara maminang. Barang yang biasa digunakan dalam batuka tando adalah barang bersejarah di kedua belah keluarga semisal ; keris, kain tradisional, dll. Jadi, barang yang digunakan dalam Batuka tando bukan dilihat dari nilai keindahannya,, harganya, tetapi lebih kepada nilai sejarah dari barang tersebut.

Jika proses Batuka tando sudah dilaksanakan, artinya telah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak, tidak hanya dari calon mempelai tetapi juga kesepakatan dan kecocokan dari keluarga keduanya.

 

Berikut adalah proses-proses Maminang :

  1. Pihak perempuan datang dan melamar pihak laki-laki
  2. Kedua belah pihak saling bertukar barang sebagai ikatan (Batuka tando)
  3. Pembahasan untuk prosesi penjemputan calon pegantin laki-laki saat akan dinikahkan (Baretong)
  4. Menentukan hari terbaik sebagai hari pernikahan (Manuak hari)

 

Barang bawaan saat proses lamaran :

Dalam adat Minang, membawa sirih pinang hukumnya wajib. Setiap prosesi Maminang, yang terpenting adalah ada sirih pinang dalam daftar barang bawaan/seserahan. Sirih pinang biasanya dibawa menggunakan kampia (wadah yang dibuat dari anyaman daun lontar). Sirih pinang sendiri adalah simbol penting bagi masyarakat Minang.

Kita tahu, kalau dikunyah sirih pinang menghasilkan rasa pahit manis. Maka begitulah dengan pertemuan, kedua belah pihak harus siap dengan pahit manis kehidupan di depan nanti. Jika sirih pinang sudah disediakan di awal pertemuan, maka segala bentuk kekurangan dan kekhilafan nantinya tidak akan menjadi bahan gunjingan.

Sedangkan dalam prosesi Batuka tando, barang-barang bersejarah yang saling ditukar kepada kedua belah pihak, nantinya akan dikembalikan lagi dalam suatu prosesi lagi.

 

Written by wemary

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *