Begitu banyak calon pengantin yang beranggapan bahwa persiapan pernikahan hanya berupa ; gedung, dekorasi, kebaya, catering, undangan, dan souvenir. Padahal, dibalik persiapan tersebut  ada yang lebih penting yaitu pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang dimaksud adalah berupa cek laboratorium. Cek ini berlaku bagi kedua calon pengantin.

Beberapa laboratorium kesehatan sudah banyak menawarkan paket cek kesehatan bagi calon pengantin.  Jadi, anda tidak perlu bingung harus cek apa saja, karena pihak laboratorium sudah menyediakan paketnya. Mengapa pemeriksaan ini penting? Karena kondisi anda dan pasangan anda menentukan kondisi keturunan anda, dan kelangsungan hidup keluarga anda. Pemeriksaan yang dilakukan diantaranya ;

1. Berbagai pemeriksaan darah

Pemeriksaan laju endap darah atau disebut hematologi rutin yang mana digunakan untuk mendeteksi kondisi umum seseorang dengan mendeteksi komponen darah untuk mendeteksi kondisi anemia, leukemia, tingkat hidrasi dan dehidrasi, penanda sel darah tepi, polisitemia, inflamasi dan infeksi. Pemeriksaan ini juga untuk mendeteksi kemungkinan melahirkan keturunan hemophilia dan thalassemia. Namun, pemeriksaan ini juga harus diperkuat dengan pemeriksaan lain yaitu ; hemoglobin HPLC, badan inklusi HbH, ferritin, hematologi faal hemostatis.

2. Cek darah dan rhesus

Cek ini digunakan untuk mengetahui rhesus kedua pasangan. Jika rhesus mereka berbeda, maka si ibu kemungkinan mengandung bayi dengan rhesus yang berbeda pula. Hal ini cukup berbahaya, karena dapat menyebabkan rusaknya sel darah, organ bayi, serta anemia.

3. Pemeriksaan urin

Dikenal dengan istilah urinalisa. Cek ini digunakan untuk mendeteksi sistem metabolic dan sistematik pada seseorang. Tes ini juga mendeteksi gangguan ginjal  berdasarkan karakteristik kimia ( pH, nitrit, albumin, glukosa, dll). Kemudian kondisi sedimen mikroskopis (eritrosit, leukosit, bakteri, Kristal,dll) dan makroskopis (kejernihan dan warna).

4. Deteksi Infeksi Menular Seks

Cek ini dilakukan dengan cara uji VDLR atau RPR, menggunakan sampel darah.  Pemeriksaan ini berfungsi menguji respon antibody terhadap bakteri penyebab sifillis “Treponema pallidum” . Di dalam tes ini VDRL akan memberikan hasil positif yang salah jika seseorang juga menderita HIV, Pneumonia, Malaria saat dilakukan pemeriksaan.

5. Pemeriksaan kadar gula

Uji ini dihitung dari kadar glukosa puasa, untuk mengetahui kadar hiperglikemia. Dimana pemeriksaan ini bertujuan mencegah komplikasi kehamilan yang disebabkan oleh diabetes.

6. Deteksi Penyebab Penyakit Kelainan Selama Masa Kehamilan

Uji ini dinamakan uji TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex). Pemeriksaan ini sangat penting, karena jika kehamilan dengan usia 4 bulan atau diatasnya dan terkena virus TORCH  akan mengakibatkan keguguran, lahir premature, cacat bawaan .

7. Cek Hepatitis B

Dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang mengidap hepatitis B atau tidak, dan mencegah transmisi hepatitis B kepada pasangan melalui hubungan seksual. Dimana nantinya, hepatitis B akan berpengaruh kepada janin mulai dari kelainan sampai kematian.

Nah, untuk anda dan pasangan  anda jika belum melakukan cek kesehatan pra- nikah, ada baiknya segera memeriksakan diri. Dengan mengetahui kondisi anda berdua, anda dapat lebih siap siaga dalam menyambut si buah hati. Tidak perlu khawatir dengan hasil pemeriksaan, karena mengetahui sejak dini lebih baik kan? Yuk, cek kesehatan pra-nikah!

Written by wemary

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>