Image: All Season Photo on Instagram

Image: All Season Photo on Instagram

Salah satu nilai yang terdapat dalam Pancasila dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Oleh karena itu, kita selalu melihat acara-acara besar di Indonesia dilandasi dengan tata cara yang sesuai dengan kepercayaan pelaksana acaranya, termasuk acara pernikahan. Selain dirayakan sesuai dengan upacara adat, pernikahan di Indonesia juga dilaksanakan sesuai dengan tata cara agama. Berikut adalah tata cara persiapan pernikahan dalam agama Kristen Protestan dan Katolik.

 

Mendaftar ke sekretariat gereja dan mengisi formulir pernikahan

Hal pertama yang dilakukan pasangan Kristen Protestan sebelum menikah adalah mendaftar ke sekretariat gereja. Pendaftaran dilakukan beberapa waktu tertentu sebelum hari pernikahan. Beberapa gereja mewajibkan pasangan mendaftar 6 bulan sebelum hari H pernikahan, gereja lain mewajibkan pendaftaran dilakukan 3 bulan. Hal ini tergantung dengan aturan yang berlaku di gereja tersebut.

Pada saat pendaftaran, pasangan akan diminta mengisi formulir pendaftaran pernikahan. Formulir ini terdiri dari data diri kedua pasangan hingga permohonan waktu pemberkatan nikah.

Beberapa gereja juga meminta pasangan untuk mengisi formulir perjanjian nikah. Formulir ini terdiri dari data diri singkat dan pernyataan bahwa keduanya sepakat untuk mengikat diri dan setuju dengan perjanjian yang telah dibuat. Terakhir, formulir ini ditanda tangani oleh kedua calon mempelai.

 

Melengkapi dokumen

Setelah mendaftar, pasangan yang akan menikah harus melengkapi beberapa dokumen sebagai syarat penting menuju pemberkatan nikah. Dokumen-dokumen tersebut terdiri dari fotokopi KK dan KTP, fotokopi akta lahir, surat baptis, surat sidi, dan pas foto berdampingan dari pasangan yang akan menikah. Ukuran pas foto yang diminta akan berbeda-beda sesuai dengan aturan yang berlaku di gereja tersebut.

Selain dokumen-dokumen di atas, beberapa gereja juga menambahkan dokumen lain sebagai syarat yang harus dilengkapi kedua calon mempelai. Dokumen-dokumen tersebut seperti surat izin dari kedutaan asli (diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah) bagi WNA, fotokopi sertifikat pranikah, surat keterangan belum menikah dari RT/RW, atau dokumen-dokumen lain sesuai aturan gereja yang bersangkutan.

Bagi umat Katolik, dokumen tambahan yang juga diperlukan adalah surat pengantar dari lingkungan. Surat ini diperlukan jika kedua calon mempelai tidak berasal dari lingkungan yang sama.

194446

Menjalani proses katekisasi

Katekisasi adalah masa sebelum umat Kristiani atau Katolik menerima baptisan. Dalam proses ini, kedua calon mempelai akan mengikuti konseling pra-nikah dan percakapan gerejawi. Konseling bertujuan untuk membekali kedua calon mempelai agar siap menjalani kehidupan pra-nikah. Keduanya juga akan diberi kesempatan untuk berdiskusi tentang masalah-masalah umum dan kehidupan setelah menikah, misalnya yang berkaitan dengan keuangan, tanggung jawab suami dan istri, seks, hubungan dengan mertua, dan sebagainya.

 

Penyelidikan Kanonik (Khusus Katolik)

Penyelidikan Kanonik merupakan bagian dari tata cara persiapan pernikahan umat Katolik. Kanonik adalah wawancara yang dilakukan kedua calon mempelai dengan Romo atau Pastor. Percakapan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kedua calon mempelai memahami kelebihan dan kekurangan pasangan masing-masing.

Dokumen-dokumen yang telah dipersiapkan sebelumnya dibawa saat penyelidikan Kanonik dilakukan. Bagi kamu yang memiliki pasangan non-Katolik, maka kamu harus menyediakan dua saksi untuk penyelidikan Kanonik. Saksi tersebut harus benar-benar mengenal calon mempelai non-Katolik untuk dapat menjelaskan bahwa sang calon mempelai belum pernah menikah atau tidak sedang terikat dengan pernikahan.

 

Featured Image: All Season Photo on Instagram

Written by wemary

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *